cinta wanita dan rasa muak

Aku bukan hanya tidak suka tetapi memang sudah benar-benar muak dengan segala bentuk rupa dan juga ekspresi seorang pria dalam hal cinta. Kadang aku berfikir secara tegas, apakah masih ada seseorang yang tahu betul makna dari cinta itu sendiri ? huh lidah ku sampai sedemikian keluhnya, bergejolak menahan segala bentuk rasa kecewa untuk sosok yang dinamai kaum adam itu.

Pernah disuatu moment, seorang pria bertanya tentang pria seperti apa yang aku impikan. Kujawab dengan santai, aku ingin sosok yang bisa mengayomi diriku dan akupun bisa menghormati dirinya. Tapi aku tak ingin tergantung kepadanya dan aku ingin menjadi wanita yang independent dan tidak melulu mengharapkan sosok lain agar aku bisa berdiri kokoh. Setelah mendengar perkataanku, pria itu lantas menjawab dengan nada lemas dan sedikit khawatir. Katanya, kau bermimpi untuk diayomi dan juga dilindungi namun disi lain kaupun ingin mandiri dan tidak mau mengharapkan atau pun merepotkan orang lain. Sejujurnya itu adalah dua yang beda. Tahukan kau, sesuatu yang berlawanan tidak akan pernah bisa menyatu. Ubahlah prinsip mu itu dan jangan jadi wanita yang seperti itu.

Setelah memaknai perkataannya, agaknya lelaki memang khawatir untuk disaingi. Sepertinya lelaki memang takut untuk diambil posisinya. Rupanya lelaki memang takut untuk tidak dihargai oleh kaum wanita. Ternyata lelaki memang khawatir untuk hidup dengan wanita yang agak sulit untuk diatur. Tapi, pernahkan pria berfikir apa alasan mengapa ada sosok perempuan yang sampai berfikir demikian ?

Prinsip itu memang sangat penting dan membentuknya pun tidak semudah saat mengomentari sesuatu yang baik ataupun buruk. Prinsip itu dibentuk oleh lingkungan, keadaan dan juga ruang fikir yang mencari sesuatu yang tentu memiliki efek positif untuk diri sendiri. Tentang mengubah atau membuang prinsip secara mentah-mentah bagiku sedikit kasar.

Wanita yang berfikir sama seperti ku tak akan membuat ataupun membentuk pemikiran yang demikian keras jika tanpa alasan tertentu. Ada banyak sekali pertimbangan, pergejolakan dan juga penguatan untuk bangun dari posisi paling bawah. Terkadang atau bahkan sering wanita itu diletakkan diurutan paling belakang namun akan diposisikan paling depan pabila itu menyangkut hal yang sedikit merugikan. Bukan kah sudah aku katakan kalau dunia wanita memang sedemikian keras !

Tak ada maksud untuk mengesampingkan atau bahkan menyudutkan pihak lain. Akan tetapi sosok wanita juga perlu untuk sadar. Sudah terlalu banyak cerita  ataupun kisah miris dari wanita-wanita diluar sana. Baik itu mengenai tindak kekerasan, kurang dihargai, dilecehkan, diabaikan dan masih banyak lagi tindakan yang bagiku benar-benar memuakkan. Menjadi aku yang cukup banyak memerhatikan fenomena seperti ini, tentu berhak untu memetik seribu hikmah dari apa yang aku telaah bai-baik.Wanita pun sama memiliki hak dengan yang lain. Tak ada pembeda dan bahkan jauh lebih memiliki power tersendiri didalam hidup ini.

Tak seorang pun bisa menandingi bentuk cinta juga kasih sayang yang dimiliki oleh setiap wanita. Baik kepada sesamanya, pasangannya, pekerjaannya dan segala hal yang mereka miliki. Maka tidak adil rasanya apabila kebahagiaan masih begitu mahal untuk diraih oleh setiap wanita di dunia ini. Siapakah yang memasang harga mahal itu ? kujawab dengan tegas bahwa ia adalah sosok yang dimana perempuan merelakan dirinya untuk hidup dan juga membersamainya hinggan mati seklipun. Ingin rasanya membuka mata mereka yang tak mau melihat pengorbanan seorang wanita. Ingin sekali rasanya berteriak ditelinga mereka yang seolah pura-pura tuli ketika perempuannya mengeluhkan sesuatu. Ingin... ingin sekali rasanya membuat mereka sadar bahwasanya perempuan pun memiliki hak yang sama yaitu bahagia.

Kesetaraan yang saya inginkan bukan untuk merenggut posisi sebagai pemimpin, akan tetapi keseimbangan rasa dan juga pemahaman satu sama lain pun perlu dijamah lebih dalam lagi.

Untuk semua wanita kuat yang hanya bisa berpasrah ketika lidah mesti berkata iya namun hati malah berkata tidak, baiknya belajar untuk bertindak tegas. Bukan melawan, tapi ada hak yang sama untuk merasakan bahagia tanpa merugikan satupun pihak.

Cinta memang memabukkan, tapi jangan sampai malah menewaskan rasa dan juga hak yang sebenarnya setiap manusia miliki. Atas nama cinta terkadang wanita terlalu banyak berkorban dan pada akhirnya lupa kalau dirinya pun perlu untuk dicintai.

Untuk semua kaum pria, pasifnya seorang wanita itu bukan karena engkau telah memenangkan dirinya, mengontrol dan juga menguasa ruang geraknya. Apa artinya hidup berdampingan tapi bahagia diciptakan untuk diri sendiri. Pahami apa yang wanitamu inginkan dan juga harapkan. Selami bersama cinta yang terjalin adalah cinta yang nyata, bukan malah rasa yang memuakkan untuk dijelaskan tepat seperti yang ada pada tulisan ini :)

Komentar