Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Tulisan subuh untuk ibu

Gambar
Malam ini begitu kelabu untukku. Bukan karena ingin lepas dari sangkar orang tuaku. Justru aku memiliki kebebasan tersendiri untuk mengekspresikan diriku sendiri. Suatu kebahagiaan tersendiri karena telah memiliki hal yang satu ini. Kadang dukungan dari orang terdekat memang bisa jadi kunci utama untuk meraih bahagia. Namun, dicelah kebahagiaan yang aku miliki, ada cerita yang masih belum sembuh untuk terdengar jauh bahagia. Jujur aku tak memiliki maksud apapun untuk berkeluh kesah diruang hangat seperti ini. Inginku tak lepas dari sekadar meluapkan segala harap dan inginku yang belum tercapai. Jiwaku begitu melunglai setelah kupandangi mereka yang aku sayangi tertidur begitu lelapnya ditengah repotnya suasana malam mencekam ini. Keluhanku bukan lagi karena aku hampir begadang setiap malam seperti ini, melainkan aku tak kuasa melihat orang yang aku kasihi belum bisa merasakan bahagia selama mereka ada bersamaku. Bagi ku cinta dan juga senyuman yang aku tebar belum cukup untuk menut...

cinta wanita dan rasa muak

Aku bukan hanya tidak suka tetapi memang sudah benar-benar muak dengan segala bentuk rupa dan juga ekspresi seorang pria dalam hal cinta. Kadang aku berfikir secara tegas, apakah masih ada seseorang yang tahu betul makna dari cinta itu sendiri ? huh lidah ku sampai sedemikian keluhnya, bergejolak menahan segala bentuk rasa kecewa untuk sosok yang dinamai kaum adam itu. Pernah disuatu moment, seorang pria bertanya tentang pria seperti apa yang aku impikan. Kujawab dengan santai, aku ingin sosok yang bisa mengayomi diriku dan akupun bisa menghormati dirinya. Tapi aku tak ingin tergantung kepadanya dan aku ingin menjadi wanita yang independent dan tidak melulu mengharapkan sosok lain agar aku bisa berdiri kokoh. Setelah mendengar perkataanku, pria itu lantas menjawab dengan nada lemas dan sedikit khawatir. Katanya, kau bermimpi untuk diayomi dan juga dilindungi namun disi lain kaupun ingin mandiri dan tidak mau mengharapkan atau pun merepotkan orang lain. Sejujurnya itu adalah dua yang ...

bukan apa-apa

Gambar
Rintik hujan sudah tak lagi malu menampakkan diri. Rupanya bulan Desember sudah akan berlalu. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, hujan memang selalu akrab dengan bumi di penghujung tahun seperti ini. Sudah cukup lama setelah kejadian pada beberapa bulan yang lalu. Segala pergolakan, keegoisan, kekalahan juga pengikhlasan cukup menjadi ruang pasrah untuk dua jiwa yang naif yaitu kita. Siapa sangka dua yang pernah menyatu kini justru berpisah tanpa jawaban juga alasan yang jelas, tapi mampu berlakon sekian lamanya tanpa kalah sekalipun. Hhuh.. Sungguh dua yang hebat! Hingga saat ini aku masih kokoh dalam bungkaman rasaku sendiri. Sering aku bertanya-tanya disela kekosongan hariku. Bagaimana dirinya ? Sudah sejauh mana langkanya ? Seasing apa aku untuknya ?  Juga seperti apa aku didalam benaknya. Entah seperti apa disana, sungguh aku kalah dalam hal menebak. Sesekali aku masih membuka memori lama. Sekadar menatap ruang chat yang rupanya kian resmi. Sekat antara dua yang ...