Hati tanpa batas



Selamat malam untuk kalian yang sedang patah saat ini. Hope u will get well very soon hehe. Pengen banget nih yah saya sebagai perempuan bisa mendengarkan curhatan kalian juga tentang perasaan yang agaknya sedang kalut saat ini. Whatever who you are on reading my blog, I only wanna sharing with you, with my broken heart, pain, disappointment, anything that hurting me in this life. Bagi saya hidup bukan hanya tentang bahagia saja dan tidak melulu tentang luka juga
Ada ribuan warna yang akan turut mengambil andil dalam perjalanan singkat kita. Mau tidak mau perjalanan memang selalu punya cerita dan juga sedikit ruang pahit yang mesti kita cicipi secara suka rela. Apa manusia diwajibkan untuk melalui masa seperti ini ? jelas iya. Apalah hidup tanpa ruang rasa yang bervariasi. Tak mungkin indah hidup jika seluruhnya berwarna gelap hitam menakutkan. Perlu warna lain juga keunikannya masing-masing. Hidup yang sepenuhnya lurus-lurus saja tentu kesannya berbada dengan jalan terjal yang mesti dilewati oleh orang lain dalam meraih bahagia.
Pernahkah kita menyadari bahwasanya setiap luka yang kiranya teramat menyakitkan saat ini kelak akan menjadi bahan tertawaan kita ? Saya pernah berkata demikian ditengah kepiluan yang tengah saya alami. Dan benar saja, saat ini saya bahkan menjadi geli sendiri karenanya.
Selalu saja saya teringat pesan ini “jika suka jangan terlalu berlebihan, jika benci pun jangan terlalu membenci”. Sekiranya waktu memang terus bejalan, berputar dan terus berubah. Ada saja tanya yang menemukan jawabannya tanpa diminta. Maka, tak perlu risau dengan rasa sakit! Semua yang terjadi saat ini tidak lain karena memang sudah saatnya ia terjadi juga kau rasakan. Dan kembali lagi, waktu itu terus berputar. Adakalanya kau bersedih juga bahagia. Tugasmu cukup menikmati tiap-tiap rupanya.
            Kunci ikhlas bukan dengan cara berusaha untuk lupa. Berdamai dengan hati justru adalah langkah utama yang mesti dilakukan oleh setiap luka. Petik hikmahnya dan berbagaialah karenanya. Jika kiranya kau merasakan luka karena penghianatan maka tak ada alasan bagimu untuk bersyukur. Semesta selalu mebuka tiap-tiap topeng kejahatan yang kiranya tak pantas untuk bersanding serasi denganmu. Luka boleh saja sedalam lautan tapi hati mu harus seluas dunia, tak terbatas.




Komentar

  1. Luka yang sangat membekas rasanya tidak cukup jika hanya diselesaikan dengan sebatas berdamai dengan keadaan. Marahnya seseorang itu manusiawi. Apalagi dengan seseorang yg berwatak emosional. Setiap kali melihat sesuatu hal yang ada kaitannya dengan sang pemberi luka, tetap saja muncul amarah serta kekecewaan yang mendalam pula. Aku sama sekali tidak menginginkan untuk terus kecewa. Maka, LUPA akan menjadi hal yg bijak bagiku.

    BalasHapus
  2. Apapun itu, kita tidak akan bisa benar-benar lupa akan hal yang begitu mengusik hidup kita. apalagi lupa yang ada kaitannya dengan Luka.

    Hehhe tabe' sist.

    BalasHapus
    Balasan
    1. So what should we do ?

      Ikhlas sepertinya jadi jalan pintas yang lain.

      Hapus
    2. I think "ikhlas" tidak semudah "jalan pintas" yang dikatakan orang-orang :)

      Hapus

Posting Komentar